Saat rengkuhan yang lembut membelaiku
Dan damai saat kurasakan tangan besar kalian menggenggam tangan kecilku yang terulur
Aku tahu bahwa Sang Pencipta Dunia,
Telah memberikan orangtua terbaik kepadaku
Ayah dan Bunda,
Maafkan aku bila aku sering membangunkan kalian
Ketika bulan masih tinggi di langit
Sungguh aku tak bermaksud membuat kalian lelah
Hanya..
Bibirku ini belum mampu berkata-kata
Dan tangisan masih menggantikan untaian kalimatku
Ayah dan Bunda tercinta,
Mungkin suatu saat nanti akan ada hari
Dimana ke-keraskepalaanku meresahkan kalian
Namun yakinlah bahwa aku akan selalu
Dan tetap menghormati kalian
Orangtuaku tersayang,
Di tangan kalian kuserahkan awal kehidupanku
Tangan kalian yang akan membimbingku untuk memilih
Jalan terbaik mana yang akan aku tempuh
Kupasrahkan hidupku yang masih rapuh ini,
Hanya pada kalian
Orang-orang yang telah dipilih olehNya
Bunda..
Bila aku besar nanti
Dan kumbang mulai berdatangan mendekatiku
Aku takkan peduli bila kau memasang wajah angker
Karena aku tahu kau hanya ingin yang terbaik untukku
Jangan pernah berhenti mencintaiku,
Bila suatu saat nanti kita berdebat
Karena sesungguhnya saat itu aku melakukan kebodohan usia muda yang penuh egoisme
Bila suatu hari nanti aku mengepakkan sayapku
Maka ketahuilah Ayah dan Bunda tersayang,
Aku takkan sanggup terbang tinggi tanpa bimbingan kalian
Aku akan menatap lurus ke depan tanpa bimbang merasuk hati
Tak ada takut yang merajai-ku kecuali
Takut pada Sang Pemberi Nafas Kehidupan
Petuah kalian akan selalu kuingat
Di sela derai airmata
Di antara tawa
Di balik kepedihan
Kalian, Ayah dan Bundaku
Adalah hadiah terindah yang pernah diberikan Tuhan padaku
Kalianlah matahari firdausku
Yang kali pertama mengajarkanku cakrawala aksara
Tak peduli seribu orang mengisi hidupku
Jejak kalian akan selalu nyata
Takkan ada yang bisa menggantikan tempat kalian di hatiku
Selamanya


Tidak ada komentar:
Posting Komentar